Training of Trainer Penanggulangan HIV/AIDS di Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong: Melatih Mahasiswa Menjadi Agen Perubahan

Dipublikasikan

Probolinggo – Selasa (09/07), Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong menjadi tuan rumah kegiatan Training of Trainer (ToT) Penanggulangan HIV/AIDS yang diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Pelaksana Harian, Santiyono, SE., MM, dan diikuti oleh 35 mahasiswa UNZAH.

Drs. Ismail Pandji, M.Si., Sekretaris KPA Kabupaten Probolinggo, menjadi narasumber utama dalam acara ini. Dalam sesi wawancara, beliau menegaskan pentingnya tidak mendiskriminasi penderita HIV. “Penderita HIV itu tidak berbahaya, penularan penyakit HIV itu sangat sulit. Jauhi virusnya dan penyebabnya, tapi rangkullah penderitanya karena mereka itu manusia,” tutur Ismail.

Latar belakang pelaksanaan kegiatan ini didorong oleh laporan yang menyebutkan banyaknya mahasiswa di sebuah universitas di Bandung yang terpapar HIV. Kejadian tersebut mendorong Pemerintah Daerah Probolinggo, dibawah arahan bapak Timbul Prihanjoko saat itu menjabat sebagai Pj. Bupati yang selanjutnya dilanjutkan kebijakan ini oleh Pj. Bupati saat ini Bpk Ugas Irwanto, untuk mengambil langkah agar hal serupa tidak terjadi di Probolinggo.

Kegiatan ToT ini dilaksanakan di tiga perguruan tinggi di Probolinggo, salah satunya UNZAH. Rencananya, kegiatan serupa akan diadakan kembali pada tahun depan, sesuai dengan perjanjian kerja sama antara KPA dan UNZAH.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah melatih mahasiswa melalui metode partisipatif agar mereka memahami tentang penularan, pencegahan, dan informasi mendalam mengenai HIV/AIDS. Selain itu, mahasiswa juga diberikan pemahaman tentang Infeksi Menular Seksual (IMS), narkoba, serta isu-isu remaja lainnya. Diharapkan, mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini dapat menyebarluaskan pemahaman tersebut kepada teman sebaya dan mahasiswa lainnya.

Drs. Ismail Pandji menyatakan, “Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini akan menjadi pre-educator bagi teman sebayanya. Hal ini karena remaja biasanya lebih mudah berbicara kepada teman sebaya daripada kepada orang yang lebih tua.” Pihak KPA juga berkomitmen untuk mendampingi semua kegiatan mahasiswa, seperti KKN dan pengabdian masyarakat, terkait pemahaman dan penyebaran informasi tentang HIV/AIDS.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mematahkan stigma masyarakat terhadap penderita HIV. Penularan HIV terjadi karena tiga faktor utama: hubungan seks berisiko, berbagi jarum suntik yang tidak steril, dan melalui ASI. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami bahwa penularan HIV tidak semudah yang dibayangkan dan bahwa penderita HIV tidak seharusnya didiskriminasi.

Harapan dari pihak KPA adalah mahasiswa sebagai agen perubahan dapat berperan aktif dalam menyampaikan informasi yang mereka peroleh kepada masyarakat sekitar, sehingga masyarakat Probolinggo menjadi semakin sehat.

Dengan berakhirnya kegiatan hari ini, diharapkan para mahasiswa UNZAH mampu menjadi frontliner dalam menyampaikan informasi terkait HIV/AIDS dan membantu mengurangi stigma negatif terhadap penderita HIV di masyarakat.

Galeri kegiatan:

__________Info lebih lanjut:
Website: www.unzah.ac.id
Facebook: officialunzahgenggong
Instagram: unzah_genggong
Tiktok: unzahgenggong
Telegram: @officialunzah
Youtube: unzah genggong

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*